Review Game The Forest, Survival Horror Melawan Suku Kanibal di Pulau Misterius!

Review Game The Forest, Survival Horror Melawan Suku Kanibal di Pulau Misterius!

The Forest merupakan game survival horror garapan Endnight Games yang resmi rilis pada 2018 setelah melewati fase early access cukup panjang. Game ini tersedia di PC dan PlayStation 4, dan sampai sekarang masih sering masuk daftar rekomendasi game survival terbaik.

Cerita dimulai dari kecelakaan pesawat yang membuat karakter utama terdampar di sebuah pulau misterius bersama anaknya, Timmy. Namun pulau ini tidak kosong. Ada suku kanibal yang siap mengintai dari balik pepohonan, ditambah makhluk-makhluk aneh yang bersembunyi di dalam gua.

Sejak menit awal, atmosfernya langsung terasa tidak nyaman. Hutan memang terlihat indah, tapi juga terasa liar dan mengancam. Di sinilah kekuatan utama The Forest mulai terasa, yaitu membangun ketegangan secara perlahan tanpa banyak basa-basi.

Gameplay Survival yang Realistis dan Brutal

Sebagai game survival horror, The Forest tidak hanya menyuruh pemain mengumpulkan item dan bertarung. Kamu harus benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar karakter seperti:

  • Lapar dan haus

  • Stamina

  • Energi untuk tidur

  • Kesehatan mental (sanity)

Sistem crafting menjadi salah satu daya tarik utama. Kamu bisa menebang pohon, mengumpulkan batu, daun, dan kayu untuk membangun tempat berlindung. Mau bikin rumah kecil atau benteng besar lengkap dengan jebakan? Semua bisa kamu lakukan selama punya material cukup.

Proses membangun terasa manual dan cukup realistis. Pohon yang kamu tebang benar-benar tumbang, lalu harus kamu potong menjadi beberapa bagian sebelum dibawa ke lokasi pembangunan. Detail kecil seperti ini bikin pengalaman bermain terasa lebih imersif dan memuaskan.

Baca Juga:
10 Game PC Survival yang Wajib Dicoba Gamer Hardcore

Teror Suku Kanibal yang Cerdas dan Agresif

Musuh utama dalam The Forest bukan zombie, melainkan suku kanibal yang punya perilaku unik. Mereka tidak selalu langsung menyerang. Kadang mereka hanya mengamati dari kejauhan, berlari cepat di antara pepohonan, atau mendekat perlahan saat malam hari.

AI musuh terasa dinamis. Jika kamu sering membunuh anggota mereka, mereka bisa datang dengan jumlah lebih banyak dan lebih agresif. Kalau kamu membangun markas besar, mereka juga bisa mencoba menghancurkannya.

Selain kanibal biasa, ada juga mutan mengerikan yang menghuni gua. Bentuknya aneh dan menjijikkan, dengan serangan yang brutal. Pertemuan pertama dengan mutan biasanya langsung bikin panik, apalagi jika kamu belum siap dengan senjata yang memadai.

Eksplorasi Gua dan Misteri Cerita

Kalau kamu hanya fokus membangun base dan bertahan hidup di permukaan, kamu tidak akan memahami cerita besar di balik pulau misterius ini. Untuk menemukan jawaban tentang hilangnya Timmy, kamu harus menjelajahi sistem gua yang luas dan gelap.

Gua di The Forest punya banyak jalur bercabang. Kamu bisa tersesat dengan mudah jika tidak memperhatikan arah. Pencahayaan sangat minim, jadi kamu perlu membawa obor atau korek api. Suara tetesan air, gema langkah kaki, dan teriakan samar dari kejauhan bikin suasana makin mencekam.

Cerita tidak disampaikan lewat dialog panjang. Kamu harus menemukan petunjuk, rekaman, dan elemen lingkungan untuk menyusun sendiri potongan kisahnya. Cara penyampaian seperti ini terasa lebih natural dan bikin rasa penasaran terus muncul.

Grafis dan Atmosfer yang Mendukung Ketegangan

Untuk ukuran game indie, kualitas grafis The Forest tergolong solid. Hutan terlihat hidup dengan efek cahaya dinamis dan siklus siang-malam yang terasa alami.

Saat siang hari, suasana relatif lebih tenang. Namun ketika malam datang, semuanya berubah. Pandangan jadi terbatas, suara terdengar lebih jelas, dan ancaman terasa lebih dekat. Game ini tidak bergantung pada jumpscare murahan, melainkan membangun ketegangan lewat suasana dan ancaman yang konsisten.

Desain suara juga sangat membantu menciptakan rasa takut. Kadang kamu merasa sendirian, tapi tiba-tiba terdengar teriakan di kejauhan. Momen seperti ini sering bikin refleks langsung siaga.

Mode Co-op yang Lebih Seru dan Intens

The Forest menyediakan mode multiplayer co-op yang bisa kamu mainkan bersama teman. Mode ini bukan sekadar tambahan, tapi benar-benar memperkaya pengalaman bermain.

Kamu bisa berbagi tugas, mulai dari mengumpulkan material, membangun pertahanan, sampai menjelajahi gua bersama. Sensasi panik saat markas diserang ramai-ramai terasa jauh lebih intens dan kadang malah jadi momen chaos yang seru.

Menariknya, tingkat kesulitan tetap terasa menantang meski bermain bersama. Musuh tetap agresif dan sumber daya tetap terbatas, jadi kerja sama tim benar-benar menentukan kelangsungan hidup.

Kelebihan dan Kekurangan The Forest

Kelebihan:

  • AI musuh terasa cerdas dan adaptif

  • Sistem crafting detail dan memuaskan

  • Atmosfer horror kuat dan konsisten

  • Eksplorasi gua penuh misteri

  • Mode co-op menambah keseruan

Kekurangan:

  • Sistem combat kadang terasa kaku

  • Navigasi gua bisa membingungkan

  • Masih ada bug kecil di beberapa situasi

The Forest berhasil menggabungkan survival realistis, horror psikologis, dan misteri cerita dalam satu paket yang solid. Buat kamu yang suka game survival horror dengan tekanan konstan dan ancaman tak terduga, game ini jelas wajib masuk daftar main. Sensasi bertahan hidup sambil terus waspada terhadap serangan suku kanibal di pulau misterius benar-benar bikin adrenalin terpacu.